Saturday, October 26, 2013

Bisnis = Passion Anda


Pernahkah Anda melakukan sesuatu sampai begitu bergairahnya, tidak sadar bahwa telah berjam-jam Anda berkutat melakukan hal tersebut? Ini bisa banyak hal, misalnya melukis, menulis, memperbaiki peralatan elektronik, dan seterusnya. Ya, itulah salah satu ciri jika Anda memiliki passion, atau bisa diartikan sebagai gairah, sebuah keinginan besar untuk melakukan sesuatu tanpa terpaksa.



Passion berhubungan erat dengan pekerjaan. Jika Anda bekerja kantoran/lapangan atau dimanapun, katakanlah masuk jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore, diselingi 1 jam istirahat, maka pada hari kerja Anda telah bekerja selama 8 jam/hari, atau 1/3 dari sehari hidup Anda yang 24 jam. 8 jam sehari adalah porsi yang sangat banyak, dan mungkin hanya dapat disaingi oleh jam tidur Anda.

Bisa dibayangkan jika pekerjaan 8 jam yang dihabiskan di kantor BUKAN merupakan passion Anda? Jika itu yang terjadi, yang muncul adalah beban, tiap hari pergi ke kantor terasa berat, sebagaimanapun Anda berusaha enjoy saat akhir pekan, akan selalu terbayang hari senin yang suram, status paling favorit Anda adalah "I Hate Monday" pada hari senin dan "TGIF" (Thanks God It's Friday) pada hari jumat.

Sebagian orang akhirnya membuka bisnis sendiri atau resign karena keadaan tersebut. Itu adalah langkah yang benar, tetapi tidak jarang memiliki bisnis sendiri diartikan lebih santai dan lebih bebas. SALAH! Bisnis yang serius justru lebih berat dibandingkan kerja kantoran, jika kerja kantoran terbatas 8-9 jam sehari, bisnis sendiri bisa menyita waktu yang lebih banyak. Bisnis tanpa passion lebih gawat dibandingkan kerja kantoran tanpa passion.

Jadi, apapun pekerjaan Anda (di kantor ataupun sedang meniti bisnis sendiri), cintailah pekerjaan tersebut tanpa merasa terpaksa. Jika Anda tidak mengetahui passion Anda, carilah. Bagaimana caranya? Beberapa cara/pemikiran berikut dapat dicoba:

1.  Hobi bukanlah pekerjaan.

Yang namanya hobi tentu selalu menyenangkan kita. Sampai ada istilah jobby (job dan hobby) untuk menggambarkan orang yang bekerja sesuai hobi. Tetapi sebenarnya hobi dan pekerjaan sangat berbeda, hobi bisa dilakukan sejauh mood kita mendukung, tapi pekerjaan harus tetap dilakukan walaupun sedang tidak mood. Karena itu perlu passion dalam bekerja, karena passion jauh lebih kuat dibandingkan sekedar mood. Jika Anda hobi bermain game, jangan berpikir pekerjaan yang cocok buat Anda pasti adalah bermain game (misalnya menjadi beta tester game). Pikirkan masak-masak tanggung-jawab sebuah pekerjaan. Hobi adalah jika Anda bebas bermain game yang Anda sukai kapan saja, tapi dalam pekerjaan, Anda punya jadwal dan target, bisa saja Anda harus memainkan game dengan genre yang tidak Anda sukai, bukan?

2. Cari bisnis/pekerjaan yang berhubungan dengan hobi.

Wah, apa bedanya dengan poin pertama? Sangat berbeda. Jika Anda mencari bisnis/pekerjaan yang berhubungan dengan hobi, Anda telah mampu membatasi dengan jelas mana yang pekerjaan, mana yang hobi. Bisa saja antara pekerjaan dan hobi sangat dekat, contohnya musisi yang memang hobi bermain musik. Tapi pada prakteknya Anda tidak selalu dapat menemukan hal seperti itu. Kembali pada contoh hobi bermain game, bisa saja Anda menemukan pekerjaan yang cocok bagi Anda adalah membuka game center. Atau Anda yang hobi makan, bisa bekerja sebagai koki atau bahkan membuka restoran.

3. Cari apa yang paling Anda kuasai/ketahui.

Masih belum ketemu passion Anda? Kalau begitu, cari hal yang paling Anda kuasai/ketahui. Jika pada masa sekolah Anda memiliki nilai baik pada pelajaran sejarah atau geografi, Anda perlu menggali jangan-jangan Anda memiliki passion jika bekerja sebagai tour guide, atau berbisnis tour & travel. Jangan gentar jika untuk mendapat pekerjaan tersebut harus memiliki keahlian tertentu, jika sudah memiliki passion, Anda akan heran ternyata begitu cepat Anda mampu menguasai sesuatu yang baru.

4. Berani memulai.

Saya tidak punya hobi, raport masa sekolah selalu kebakaran, semua poin yang telah dijelaskan tidak ada yang berhasil,lalu bagaimana cara menemukan passion saya? Jangan kuatir, jika Anda berada pada kondisi ini, Anda harus bersyukur karena lebih mudah bagi Anda memulai sesuatu yang baru. Berbeda dengan orang yang sudah memiliki hobi/keahlian tertentu, yang lebih susah memulai sesuatu yang sama sekali baru. Karena itu sering dianalogikan untuk mempelajari hal yang baru, kosongkan dulu gelas Anda. Jika gelas Anda kebetulan sudah kosong (karena tidak punya hobi/keahlian khusus), bukankah ini waktu yang sangat tepat untuk memulai? Banyak cara untuk memulai, misalnya dengan masuk ke sebuah toko buku dan carilah buku yang isinya menarik hati Anda. Perhatikan menyangkut apa bidang buku tersebut? Komputer, psikologi, manajemen, atau lainnya? Lalu mulai perdalam hal tersebut.

5. Karya menunjukkan passion.

Alasan mengapa passion banyak melahirkan orang-orang sukses, karena passion membuat mereka perfeksionis dalam apa yang dikerjakannya, yang akhirnya melahirkan karya dan hasil kerja yang mengagumkan. Pernahkah Anda melihat hasil kerajinan tangan berupa miniatur dari bahan clay? Orang yang mengerjakannya tanpa passion tidak akan menghasilkan karya yang mengagumkan, dan sebaliknya miniatur yang indah mencerminkan passion pembuatnya. Orang yang bekerja dengan passion selalu ingin hasil pekerjaannya bukan asal jadi, tetapi berkelas dan bermutu tinggi.

Selamat mencari dan menemukan passion Anda!

No comments:

Post a Comment